Proses Evakuasi Korban Pesawat Smart Air Menggunakan Heli Caracal H-2207 TNI AU

banner 468x60

JURNALPEMALANG.ID – Proses evakuasi jatuhnya Pesawat PT. Smart Aviation (Smart Air) type PC 6 (Pilatus Porter), dua personel penerjun Polda Kalimantan Utara (Kaltara) dari Brimob Kompi IV Batalyon A Pelopor Malinau diperbantukan dalam tim evakuasi gabungan, Selasa (12/3/2024).

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malinau AKBP Heru Eko Wibowo mengatakan, setelah melalui berbagai tantangan alam dan medan di tengah hutan akhirnya tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 2 petugas Smart Air yang terdiri dari pilot dan mekanik pada Minggu (11/3/2024).

“Tim SAR gabungan berhasil melaksanakan evakuasi kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Yusuf SK Tarakan pada hari Senin (11/3/2024),” katanya.

Kapolres menyampaikan, Pilot Pesawat Smart Air yang berhasil dievakuasi yaitu Capt. M. Yusuf (29) beralamat di Kluster Botanical Garden III No. 9, Bekasi Selatan ditemukan selamat.

“Kemudian seorang mekanik Deni S, (35) asal Pangandaran ditemukan meninggal dunia,” ujarnya.

Setelah mengevakuasi dua korban, tim SAR gabungan kembali melakukan proses evakuasi yang dilaksanakan mulai pukul 07.00 Wita pada Minggu pagi.

“Pelaksanaan evakuasi dibagi menjadi 3 tim penerjunan di titik jatuhnya pesawat yang dipimpin LETDA Agung dari Batalyon 614/RJP bersama 2 anggota Brimob Kompi IV Yon A Pelopor Malinau dan 5 anggota Basarnas Tarakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat melakukan evakuasi korban menggunakan Heli Caracal H-2207 TNI AU dengan Pilot MAYOR Adam yang dilanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Juwata Tarakan didampingi Dr. LETDA Rahmad dari Batalyon 614/RJP dan tiba pada pukul 17.30 Wita.